Determinasi

Fortuna favi fortus

Keberuntungan menyertai orang-orang yang berani.
(Esai Foto 31 Januari 2020 @ Instagram)

Bersikap berani dan nekat itu beda-beda tipis. Kurang lebih seperti itu yang aku bisa simpulkan selama tujuh tahun terakhir ini. Bersikap berani tidak selalu berkonotasi baik begitu juga sebaliknya dengan bersikap nekat. Namun, kedua sikap tersebut membutuhkan esensi yang sama; determinasi.

Determinasi diartikan sebagai ketetapan hati, kebulatan tekad, atau kegigihan. Ibarat fondasi rumah, determinasi dibutuhan untuk membangun mimpi, cita-cita, atau tujuan agar menjadi nyata. Oleh karena itu, merawat determinasi agar tidak mati membutuhkan usaha yang ekstra.

Tapi, bagaimana menumbuhkan determinasi itu sendiri?

Awalnya, determinasi atau kegigihan tumbuh dari keinginan yang sederhana dari dalam diri kita. Keinginan-keinginan tersebut termanifestasikan dalam bentuk mimpi, cita-cita, tujuan, hingga ambisi. Tidak jarang, keinginan-keinginan tersebut terasa seperti ombak yang pasang-surut. Karena itu, eksistensi keinginan-keinginan ini harus ditempa dengan kegigihan yang kuat.

Lalu, bagaimana membangun dan merawat determinasi agar ia tetap kuat supaya kita tidak hilang fokus atau pun menyerah terhadap keinginan-keinginan yang kita usahakan?

  1. Tuliskan apapun keinginan yang ingin dicapai terlebih dahulu
  2. Pikirkan cara atau solusi singkat dan jelas untuk mencapai tiap keinginan
  3. Sortir keinginan mana saja yang bisa dicapai dalam jangka waktu singkat (kurang dari 1 tahun), menengah (1-5 tahun), dan panjang (di atas 5 tahun)
  4. Cermati lagi daftar keinginan kita lalu saring mana yang menjadi 3 Prioritas Pertama untuk setiap jangka waktu pencapaian (singkat, menengah, panjang)
  5. Tuliskan kembali 3 Prioritas Pertama lalu tempel di tempat yang mudah kita amati atau benda yang sering kita gunakan.

Seiring berjalannya waktu, beberapa keinginan yang berhasil dicapai dalam daftar prioritas bisa diteruskan dengan keinginan-keinginan lain yang ada di luar urutan tiga teratas. Dengan begitu, usaha-usaha kita akan lebih terukur untuk mencapai keinginan-keinginan kita. Kita pun lebih termotivasi untuk segera mencapai keinginan-keinginan lainnya, kan.

Tidak perlu menunggu sampai tahun baru atau momen tertentu kok untuk melakukan hal di atas. Pikirkan kembali apa yang ingin kita capai dalam kehidupan yang singkat ini. Waktu terus berjalan dan tidak menunggu siapapun, kan?

Sampai jumpa pada tulisan selanjutnya ya!

Salam,
Aulia 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *